hanya lelah
dan makin tidak tahu
apa maunya
seperti gelombang
turun naik
dan aku memutuskan
tidak pernah mau tahu lagi
dan tidak pernah mau ingat lagi
melupakan semuanya
saya hanya manusia biasa yang ingin mencurahkan isi, hati, otak kepala, unek-unek, apa yang saya lihat , saya rasa dalam sebuah blog
Monday, May 2, 2011
Wednesday, March 16, 2011
apel yang menjadi jeruk
tadi malam saya mengajar lagi
bertemu mahasiswa2 saya yang pekerja dan aktif belajar
karena antusias, saya jadi lupa waktu
satu hal yang jadi catatan saya:
beberapa teman dosen di kampus merasa teman2 mahasiswa ini suka menguji mereka,
bagi dosen yang tidak dapat menjawab kelas ini seperti candra dimuka
saya sampaikan kepada mereka
mereka meminta keadilan katanya
mereka berharap setelah letih bekerja, setelah membayar kewajiban sebagai mahsasiswa
mereka memperoleh hak yang sama.....yaitu dosen yang kompeten, sehingga mereka membawa ilmu
di satu sisi... ada ragam background pengalaman, pengetahuan dan motivasi untuk menjadi dosen, demikian juga mahasiswa.....
satu hal yang saya sampaikan kepada mahasisiwa, teman-teman saya itu...
bahwa tak selamanya yang mereka inginkan
ada di tangan
demikian pula dengan kehidupan
tak selamanya yang kita impikan yang kita bayangkan indah
sebaik kenyataan....
yang saya sampaikan adalah terserah mereka, namun saya hanya berbagi
bahwa di tangan mereka sebuah apel bisa menjadi jeruk jika tahu cara mengolahnya
terimalah dosen lain seperti mereka menerima teman
jika memang ada hal yang kurang dan tidak puas dijawab dosen
carilah referensi lain, car pengethuan dan ilmu diluar sana yang terbentang
dengan ragam cara
apel bisa jadi jeruk
ketika apel itu diblender, diberi sirup jeruk sesuai dengan keingina kita seperti itulah analoginya
demikian hidup, sering kita bermimpi menjadi atau memperoleh sesuatu tapi mungkin itu kita tidak dapatkan...
Hanya Allah lah yang Mengetahui segalanya...
bertemu mahasiswa2 saya yang pekerja dan aktif belajar
karena antusias, saya jadi lupa waktu
satu hal yang jadi catatan saya:
beberapa teman dosen di kampus merasa teman2 mahasiswa ini suka menguji mereka,
bagi dosen yang tidak dapat menjawab kelas ini seperti candra dimuka
saya sampaikan kepada mereka
mereka meminta keadilan katanya
mereka berharap setelah letih bekerja, setelah membayar kewajiban sebagai mahsasiswa
mereka memperoleh hak yang sama.....yaitu dosen yang kompeten, sehingga mereka membawa ilmu
di satu sisi... ada ragam background pengalaman, pengetahuan dan motivasi untuk menjadi dosen, demikian juga mahasiswa.....
satu hal yang saya sampaikan kepada mahasisiwa, teman-teman saya itu...
bahwa tak selamanya yang mereka inginkan
ada di tangan
demikian pula dengan kehidupan
tak selamanya yang kita impikan yang kita bayangkan indah
sebaik kenyataan....
yang saya sampaikan adalah terserah mereka, namun saya hanya berbagi
bahwa di tangan mereka sebuah apel bisa menjadi jeruk jika tahu cara mengolahnya
terimalah dosen lain seperti mereka menerima teman
jika memang ada hal yang kurang dan tidak puas dijawab dosen
carilah referensi lain, car pengethuan dan ilmu diluar sana yang terbentang
dengan ragam cara
apel bisa jadi jeruk
ketika apel itu diblender, diberi sirup jeruk sesuai dengan keingina kita seperti itulah analoginya
demikian hidup, sering kita bermimpi menjadi atau memperoleh sesuatu tapi mungkin itu kita tidak dapatkan...
Hanya Allah lah yang Mengetahui segalanya...
Bisa Jadi Kamu Membenci Sesuatu Namun Itu Baik Buatmu
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
jadi hanya sedikit sharing
Monday, March 7, 2011
lupa
saya tidak akan pernah lupa
dinginnya air
gelapnya kamar
teriakan-teriakan itu
di waktu malam
seorang anak menangis
hidup itu keras
saya tidak akan pernah lupa
dinginnya air
gelapnya kamar
teriakan-teriakan itu
di waktu malam
seorang anak menangis
hidup itu keras
saya tidak akan pernah lupa
Friday, March 4, 2011
penghargaan
Seorang bapak tua berdiri dengan tongkat tuanya, terdiam, dengan seonggok tisu di genggaman.
tiap pagi ku jumpa dengannya. tunantera penjual tisu.
menunggu pembeli. tidak meminta minta. tidak menadah tangan.
berjalan sepanjang selasar stasiun
bagiku itu cukup menggambarkan sebuah perjuangan
sebuah penghargaan terhadap dirinya
bahwa walau memiliki kekurangan
namun semangat nya untuk berjuang sangat membanggakan.
jauh nun di sana, di kerumunan kalangan cosmopolitan
, tak jarang kita temui ragam manusia
,dengan aneka tampilan dan gaya menadahkan tangan
dengan ragam cara , merajuk, merayu bahkan
dengan cara kasar sekalipun....
merampas hak orang lain
tanpa acuh pada sesamanya .....
untuk sebuah nama penghargaan.....
tiap pagi ku jumpa dengannya. tunantera penjual tisu.
menunggu pembeli. tidak meminta minta. tidak menadah tangan.
berjalan sepanjang selasar stasiun
bagiku itu cukup menggambarkan sebuah perjuangan
sebuah penghargaan terhadap dirinya
bahwa walau memiliki kekurangan
namun semangat nya untuk berjuang sangat membanggakan.
jauh nun di sana, di kerumunan kalangan cosmopolitan
, tak jarang kita temui ragam manusia
,dengan aneka tampilan dan gaya menadahkan tangan
dengan ragam cara , merajuk, merayu bahkan
dengan cara kasar sekalipun....
merampas hak orang lain
tanpa acuh pada sesamanya .....
untuk sebuah nama penghargaan.....
Tuesday, February 15, 2011
ku rindu
betapa ku rindu
betapa aku iri
tak pernah kurasakan belai lembut
sapa akrab
ayahku
pada kami
apa kabar ayah?
betapa kami rindu kepadamu
semoga kau baik saja
sama seperti bunda
di surga
selalu ada jarak diantara kita
semua sudah berlalu
aku tak pernah merasa seperti mereka
sungguh ku rindu kehangatan keluarga.....
yang tak sempurna
untuk sebuah rindu yang tak pernah kutahu kemana dan kapan dapat kami sampaikan...
untuk sebuah kabar saat adikku bertanya..bagaimana yah kak kabar ayah
dan tak dapat ku jawab..
hanya berharap... semoga
kau baik-baik saja ya ayah
betapa aku iri
tak pernah kurasakan belai lembut
sapa akrab
ayahku
pada kami
apa kabar ayah?
betapa kami rindu kepadamu
semoga kau baik saja
sama seperti bunda
di surga
selalu ada jarak diantara kita
semua sudah berlalu
aku tak pernah merasa seperti mereka
sungguh ku rindu kehangatan keluarga.....
yang tak sempurna
untuk sebuah rindu yang tak pernah kutahu kemana dan kapan dapat kami sampaikan...
untuk sebuah kabar saat adikku bertanya..bagaimana yah kak kabar ayah
dan tak dapat ku jawab..
hanya berharap... semoga
kau baik-baik saja ya ayah
Monday, February 7, 2011
tart
teringat ku sebuah etalase
dimana penuh tart indah beraneka rupa beraneka warna
indah
tapi tak bisa ku raih
hanya mimpi
karena tak sepeserpun uang di kantong
cukup memandangi dan aku cukup bahagia
di sebuah etalase toko depan rumah
dimana penuh tart indah beraneka rupa beraneka warna
indah
tapi tak bisa ku raih
hanya mimpi
karena tak sepeserpun uang di kantong
cukup memandangi dan aku cukup bahagia
di sebuah etalase toko depan rumah
Subscribe to:
Posts (Atom)